Dari Hotel ke Bisnis Udang. Simak Kisah Sukses David Christian - Cheria Oxy Water

Dari Hotel ke Bisnis Udang. Simak Kisah Sukses David Christian

Kisah Sukses Petambak Udang
Image : trobosaqua.com

Awalnya, budidaya udang kerap dilakukan oleh para pengusaha senior saja. Namun paradigma seperti ini lambat laun mengalami pergeseran. Para pengusaha tambak udang kini juga digeluti oleh para millenial yang berjiwa entrepreneurship, karena budidaya udang dianggap bisnis yang cukup menggiurkan. Bahkan mereka pun banyak yang terjun ke lokasi langsung untuk memotori jalannya usaha tersebut.

Berbicara masalah pengusaha millenial, kami akan mengangkat kisah petambak muda bernama David Christian. Seperti dilansir dari website trobosaqua.com, pengusaha muda ini ternyata telah menjalani bisnis udang dari tahun 2016 lalu. 

Bahkan ia hampir tidak punya pengalaman sedikit pun mengenai bisnis yang baru digelutinya ini, karena latar belakang pendidikannya berasal dari Manajemen Perhotelan. Satu-satunya yang ia ketahui soal udang adalah orang tuanya dulu pernah menjalani bisnis udang windu, mulai dari benih hingga ke pembesaran.

Sebelum mulai menjalani bisnis udang, David bergabung di bisnis katering milik keluarganya. Kebetulan saat itu ia memang sedang mencari usaha baru. Namun sebenarnya ia dan teman-temannya saat itu telah memutuskan untuk berbisnis ayam. Namun ia menemui kendala dalam mencari lokasi yang strategis untuk bisnisnya tersebut. Alhasil ia pun memutuskan untuk beralih mencari bisnis lainnya dengan lokasi yang telah tersedia.

Memang sudah jodohnya, keluarga David ternyata memiliki beberapa lahan di pesisir Pulau Bangka. Dari sinilah tercetus ide untuk membuka usaha baru di bidang perikanan. Lalu ia berkenalan dengan temannya yang paham soal permasalahan perudangan.

David pun semakin yakin dengan pilihannya, apalagi cukup tergiur dengan keuntungan yang didapatkan dari bisnis tambak udang. Keluarga pun merestui bisnis pilihan David, apalagi keluarganya memang punya pengalaman yang sama di bidang perudangan.

Seiring berjalannya waktu, teknologi yang digunakan untuk mengelola udang vaname juga cukup berbeda dengan sebelumnya, sehingga perlu beradaptasi terlebih dulu dengan teknologi yang sudah ada. Bisa dibilang David benar-benar memulai usahanya dari nol.

Ia pun mulai belajar bisnis secara perlahan, mulai dari teknik budidaya hingga manajemennya. David juga melakukan kerja sama melalui program pendampingan dengan salah satu perusahaan pabrik pakan agar memudahkan proses dalam menjalani bisnis udang tersebut. Berbagai ilmu pun ia serap dari kerja sama tersebut.

Tidak hanya belajar melalui program pendampingan saja, ia juga banyak belajar dengan cara mencari informasi melalui internet hingga aktif ikut dalam WA group media sosial para petambak muda. 

Ia pun merasa keputusannya memilih bisnis udang sangat tepat hingga berjalan selama lebih dari 4 siklus. Suka duka pun harus ia lewati. Tidak hanya keuntungan yang besar, akan tetapi duka pun menghampiri saat harga jual mengalami penurunan. Namun meski begitu, ia banyak menjadikannya sebagai pelajaran berharga.

Meski lahir dan besar di Kota Jakarta, ia dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang jauh dari keramaian, karena hampir setiap hari ia mengurusi tambak, hingga harus menunda waktu untuk traveling.

Hingga saat ini, David telah memiliki sekitar 50 petak tambak yang telah beroperasi. Luas petak tambak bisa bervariasi, mulai dari 700-an meter hingga 2 ribuan meter. Saat ini ia tengah menyiapkan ekspansi tambak yang baru, karena prospek tambak yang sangat menjanjikan ini.

Jika ingin menjadi generasi muda yang totalitas dalam berusaha, maka ia harus siap keluar dari zona nyaman, hingga harus menikmati hasil perjuangan yang telah dilakukannya. Ia juga menyampaikan pesan kepada para generasi muda yang ingin berinvestasi di usaha tambak. "Dari lapangan dulu, baru ke kantor. Panas-panasan dulu, baru ke ruangan AC," ucapnya sambil tertawa.

Referensi :

David Christian, Dari Perhotelan ke Perudangan - Trobosaqua.com

Newest
Previous
Next Post »
Add Comments


EmoticonEmoticon

iklan banner