Mengenal Teknologi Nano Bubble - Cheria Oxy Water

Mengenal Teknologi Nano Bubble

Teknologi Nano Bubble
Image : denpasarkota.go.id

Perkembangan dunia teknologi memang tidak bisa lepas dari aktivitas kita sehari-hari. Hampir setiap aspek kehidupan sangat erat kaitannya dengan yang namanya teknologi. Tentu saja tujuannya adalah untuk membantu memudahkan pekerjaan sehari-hari. Bayangkan saja, kalau saja tidak ada teknologi, kita akan kerepotan untuk menyelesaikan banyak pekerjaan.

Hal ini akan membuang banyak waktu dan juga tenaga, sehingga bisa dibilang sangat tidak efisien dan praktis untuk melakukan banyak hal. Nah teknologi yang akan kami bahas di artikel perdana kali ini adalah teknologi nano buble.

Ada info menarik dari dunia teknologi, yakni berlangsungnya pameran teknologi hasil riset yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam ajang Ritech Expo 2019 di Lapangan Renon, Denpasar, pada 25 - 28 Agustus 2019 lalu.

Ritech Expo digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-24. Kebetulan salah satu teknologi yang dipamerkan adalah Plasma Nano Bubble.

Teknologi ini dikenal sebagai sistem pemulihan kualitas air yang digunakan di Tukad Badung, Denpasar. Plasma Nano Bubble yang dikembangkan oleh LIPI ini merupakan teknologi yang terdiri dari dua sub-sistem, yakni plasma generator dan nano bubble generator.

Cara Kerja Teknologi Nano Bubble

Berikut kami jelaskan cara kerja dari teknologi Plasma Nano Bubble. Pada permukaan air, pengumpul akan menangkap oksigen dari udara, lalu dialirkan ke plasma generator.

Sebagian dari oksigen tersebut, lalu diubah menjadi ozon. Partikel ozon dan oksigen berukuran mikro dan nano itu akan dialirkan melalui nano nozzle ke kolam air sebanyak 10 liter/menit. Partikel ozon dan oksigen inilah yang bisa menguraikan bau dan zat organik serta mampu membunuh bakteri.

Lain halnya dengan nano bubble generator berfungsi menambah oksigen terlarut dalam kolam air yang dapat mengaktifkan mikroorganisme pengurai di dalam air atau sedimen sungai.

Berbeda dengan gelembung oksigen biasa yang hanya mampu bertahan beberapa menit saja, oksigen berukuran nano tersebut mampu bertahan di air hingga satu bulan. Karena itu dalam rentang waktu sekitar satu bulan, oksigen gelembung nano bercampur dengan aliran air, bereaksi dan mengurai pencemar.

Ada beberapa tempat yang telah menggunakan teknologi nano bubble selain di Tukad Badung, di antaranya di Kali Sentiong di Jakarta Pusat, Danau Maninjau di Bukittinggi, Kali Bekasi dan juga Situ Pladen di Depok.

Teknologi nano bubble juga dipakai untuk merestorasi beberapa sungai dan danau, di antaranya adalah Sungai Cidadap, Sungai Ciliwung dan Danau Toba. Efek positif yang ditimbulkan dari penerapan teknologi ini mampu mengurangi bau dan ekosistem air, seperti ikan, udang dan plankton mulai hidup dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Referensi : denpasarkota.go.id

Oldest
Add Comments


EmoticonEmoticon